Sabtu, 08 April 2017

KEPENGURUSAN JENAZAH, MEMANDIKAN, MENGKAFANI, MENYHOLATI, DAN MENGUBURKAN

KEPENGURUSAN JENAZAH, TA’ZIYAH, DAN ZIARAH KUBUR SERTA PENGAJARANNYA
Makalah
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah :  pembelajaran Fiqih MTs dan MA
Dosen Pengampu : Zaenal Khafidin, M.Ag


Disusun Oleh:
1.     M. Farich Hidayat      112507

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN TARBIYAH/PAI
2014
       I.            Pendahuluan
            Sebagai calon guru yang nantinya terjun ke dunia pendidikan secara langsung kita harus menguasai apa saja yang akan kita ajarkan pada anak didik kita nantinya. Salah satunya adalah materi tentang Fiqih, salah satu kajian fiqih yang paling sering dipraktekkan ditengah-tengah masyarakat adalah kajian  masalah shalat jenazah, kita memandang dari aspek teori shalat jenazah merupakan salah satu masalah ibadah yang amat gampang jika dibayangkan bahkan kita menyepelekan masalah tersebut. Namun jika kita melihat dari aspek praktek masih banyak kesalahan- kesalahan yang dilakukan dimasyarakat dalam masalah pengurusan jenazah. Karena teori dengan praktek dilapangan sangatlah berbeda, apalagi saat menjalani pratek kita harus mempersiapkan segala macam, dari segi peralatan dan mental kita. Untuk itu kita harus mendidik pada suatu hal yang benar.
    II.            Ringkasan Materi
            Sebagai kewajiban seorang muslim kepada sesamanya yang telah meninggal dunia, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu:
1.      Memandikan Jenazah
1)      Syarat wajib memandikan jenazah 
a.       Orang Islam
b.      Tubuhnya masih ada walaupun hanya sebagian yang ditemukan, misalnya karena peristiwa kecelakaan
c.       Tidak mati syahid (mati dalam peperangan membela agama Allah).
2)      Memandikan jenazah dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu
Letakkan mayat di tempat yang tinggi, seperti bangku panjang;
a.       Gunakan tabir untuk melindungi tempat memandikan dari pandangan umum
b.       Ganti pakaian jenazah dengan pakaian basahan, seperti sarung agar lebih mudah memandikannya, tetapi auratnya tetap tertutup
c.       Sandarkan punggung jenazah dan urutlah perutnya agar kotoran di dalamnya keluar
d.      Basuhlah mulut, gigi, jari, kepala, dan janggutnya
e.        Sisirlah rambutnya agar rapi
f.       Siramlah seluruh badan lalu bilas dengan sabun
g.       Wudukanlah jenazah
h.      Siram dengan air yang dicampur kapur barus, daun bidara, atau daun lain yang berbau harum.
3)      Adapun yang berhak memandikan jenazah adalah sebagai berikut.
1.      Apabila jenazahnya laki-laki, yang berhak memandikannya adalah
a.       Kaum laki-laki
b.      Boleh wanita asalkan istri atau mahramnya
c.        Jika sama-sama ada istri, mahram, dan orang lain yang sejenis, yang lebih berhak memandikannya adalah istri
d.      Jika tidak ada kaum laki-laki dan mahramnya juga tidak ada, jenazah cukup ditayamumkan saja.
2.      Apabila jenazahnya perempuan, yang berhak memandikan adalah
a.       Kaum perempuan
b.      Boleh laki-laki asalkan suami atau mahramnya
c.       Jika sama-sama ada suami, mahram, dan orang lain yang sejenis, yang lebih berhak memandikannya adalah suami
d.      Jika tidak ada kaum perempuan dan mahramnya juga tidak ada, jenazah cukup ditayamumkan saja.
3.      Apabila jenazahnya anak-anak, yang berhak memandikan adalah
 a)      Kaum laki-laki;
 b)      Kaum perempuan.
2.      Mengafani jenazah
      Setelah memandikan, kewajiban yang harus kita lakukan adalah mengafani.
1)      Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengafani jenazah adalah sebagai berikut:
1.      Kain kafan harus dalam keadaan baik, tetapi tidak boleh berlebihan, tidak dari jenis bahan yang mewah dan mahal harganya.
2.       Kain kafan hendaknya bersih dan kering serta diberi minyak wangi.
3.      Laki-laki dikafani dengan tiga lapis kain kafan, sedangkan perempuan dengan lima lapis.
4.       Orang yang meninggal dalam ihram, baik ihram haji maupun ihram umrah, tidak boleh diberi harum-haruman dan tutup kepala.
2)      Cara mengafani jenazah adalah
a.       Hamparkan kain sehelai demi sehelai
b.      Taburkan wangi-wangian di atas tiap helai
c.       Letakkan jenazah di atas kafan dengan pelan-pelan
d.      Letakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada
e.        Ikatlah dengan kuat sebanyak tujuh ikatan.
3.      Menyalatkan jenazah
            Shalat jenazah merupakan salah satu praktik ibadah shalat yang dilakukan umat Muslim jika ada Muslim lainnya yang meninggal dunia. Hukum melakukan shalat jenazah ini adalah fardhu kifayah. Artinya apabila sebagian kaum muslimin telah melaksanakan pengurusan jenazah orang muslim yang meninggal dunia, maka didak ada lagi kewajiban kaum muslim yang lainnya untuk melaksanakan pengurusan jenazah tersebut.
1)      Rukun Sholat Jenazah


1.      Niat
2.      Berdiri bagi yang mampu
3.      Takbir sebanyak empat kali.
4.      Membaca Al-Fatihah
5.      Membaca shalawat atas Rasulullah   SAW
6.      Doa kepada jenazah
7.      Membaca doa setelah takbir keempat
8.       Salam



2)      Tata Cara Sholat Jenazah
1.      Mayat diletakkan dia arah kiblat
2.      Imam berdiri diarah kepala (jika mayat laki – laki) dan arah pusar (jika mayat perempuan).
3.      Bacaan Niat:
 "Ushallii alaa hadzal (mayat lk)/haadzihil (mayat pr) mayyiti arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati ma’muuman lillaahi ta’alaa”.
4.      Takbir Pertama
 Membaca Al-Fatihah.
5.      Takbir Kedua
Bacaan setelah takbir kedua yaitu membaca shalawat kepada Nabi.

أللهم صَلِّ علي محمد وعلي ألِ محمد كما صَلَيْتَ علي إبراهيم وعلي أل إبراهيم وبارِكْ علي محمد وعلي أل محمد كما باركت علي إبراهيم وعلي أل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد
6.      Takbir Ketiga

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
 Keterangan:
 Jika mayat perempuan kata lahu menjadi lahaa.
 Jika mayat anak-anak doanya adalah:
"Allahummaj’alhu faratan li abawaihi wa salafan wa dzukhro
wa’idhotaw wa’tibaaraw wa syafii’an wa tsaqqil bihii mawaa ziinahuma
wa-afri-ghish-shabra ‘alaa quluu bihimaa wa laa taf-tin-humaa ba’dahu
wa laa tahrim humaa ajrahu"
 Artinya:
 “Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya dan sebagai titipan, kebajikan yang didahulukan, dan menjadi pengajaran ibarat serta syafa’at bagi orangtuanya. Dan beratkanlah timbangan ibu-bapaknya karenanya, serta berilah kesabaran dalam hati kedua ibu bapaknya. Dan janganlah menjadikan fitnah bagi ayah bundanya sepeninggalnya, dan janganlah Tuhan menghalangi pahala kepada dua orang tuanya.”
8.       Takbir Keempat
 Selesai takbir keempat, lalu membaca:

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنّا بَعدَهُ
7.      Kemudian salam membaca:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
4.      Menguburkan jenazah
      Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penguburan jenazah adalah sebagai berikut.
a.       Jenazah segera dikuburkan.
b.       Liang lahat dibuat seukuran jenazah dengan kedalaman kira-kira setinggi orang ditambah setengah lengan dengan lebar kira-kira 1 meter.
c.       Liang lahat tidak bisa dibongkar oleh binatang buas. Maksud menguburkan jenazah untuk menjaga kehormatan mayat dan menjaga kesehatan orang-orang di sekitar makam dari bau busuk.
d.       Mayat dipikul dari keempat penjuru.
e.       Setelah sampai di tempat pemakaman, jenazah dimasukkan ke liang lahat dengan posisi miring ke kanan dan dihadapkan ke kiblat.
f.        Lepaskan tali-tali pengikat, lalu tutup dengan papan, kayu, atau bambu, dan ditimbun sampai galian liang kubur menjadi rata.
g.       Mendoakan dan memohonkan ampun untuk jenazah.
5.      Ta’ziyah
            Ta’ziyah atau melayat adalah mengunjungi orang yang sedang tertimpa musibah kematian salah satu keluarganya dalam rangka menghibur dan memberi semangat. Adab ketika ta’ziyah antara lain:
1)      Menyampaikan doa untuk kebaikan dan ampunan terhadap orang yang meninggal serta kesabaan bagi yang ditinggal
2)      Hindarilah pembicaraan yang menambah sedih keluarga yang ditinggal
3)      Hindarilah canda-canda apa lagi sampai terbahak-bahak
4)      Usahakan turut menyalati dan mengantarkan mayat kepemakaman sampai selesai penguburan
5)      Membuatkan makanan bagi keluarga yang ditimpa musibah
6.      Ziarah kubur
            Ziarah kubur artinya berkunjung ke kuburan. Mulanya Rasulullah melarang umat islam untuk ziarah kubur, karena dikuatirkan akan melakukan sesuatu hal yang tidak baik, bahkan yang lebih bahaya lagi adalah kemusyrikan. Akan tetapi karena mengingat mati itu penting, dan diantara mengingat mati adalah ziarah kubur.
Adapun etika ziarah kubur adalah:
1)      Ketika akan berziarah niatkan dengan ikhlas karena allah
2)      Ucapkan salam, sebagai berikut:
 ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺃَﻫْﻞَﺍﻟﺪِّﻳَﺎﺭِﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَﻭِﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻭِﺇِﻧَّﺎﺇِﻥْﺷَﺎﺀَﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻜُﻢْ ﻻَﺣِﻘُﻮْﻥَ. ﻧَﺴْﺄَﻝُ ﺍﻟﻠﻪِﻟَﻨَﺎ ﻭَﻟَﻜُﻢُ ﺍﻟﻌَﺎﻓِﻴَﺔَ '

Diantara hikmah ziarah kubur antara lain:
1)      Mengingat kematian
2)      Dapat bersikap zuhud
3)      Selalu ingin berbuat baik sebagai bekal kelak di akhirat
4)      Mendo’akan si mayat muslim agar diampuni dosanya.
III.            Karakteristik materi

No
Materi pembelajaran
kognitif
afektif
psikomotor
Pembiasaan
1.
Pengertian tentang hal-hal pengurusan jenazah
ü  



2
Syarat wajib memandikan jenazah
ü  



3
Tahap memandikan jenazah  




4
Orang yang berhak memandikan jenazah




5
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengafani jenazah




6
Cara mengafani jenazah




7
Rukun sholat Jenazah




8
Tata Cara Sholat Jenazah




9.
Adab ketika ta’ziyah




10.
Etika ziarah kubur




11.
Hikmah ziarah kubur




12.
Hukum pengurusan jenazah, ta’ziah dan ziarah kubur





IV.            Pembelajaran
Pada  materi fiqih yang membahas tentang masalah pengurusan jenazah, ta’ziah, dan ziarah kubur, dapat menggunakan beberapa metode sesuai dengan aspek yang dicakup.
1.      Aspek kognitif
a)      Metode diskusi
Dalam hal ini siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, untuk mendiskusikan tentang apa yang diketahui siswa dari pengalaman yang di sekitarnya. Masing-masing siswa memberi argumen tentang apa yang akan dipelajari nanti.
b)      Metode ceramah
Metode ceramah digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan materi secara lisan. Pendidik memaparkan materi-materi inti, sehingga memberi informasi baru bagi siswa.
c)      Metode
   V.            Analisis
VI.            Kesimpulan