Jumat, 07 April 2017

CIRI-CIRI PEMBELAJARAN EFEKTIF

CIRI-CIRI SISTEM PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF

Makalah
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Perencanaan Sistem PAI
Dosen Pengampu : M. Shobirin




Disusun Oleh :
Muhammad Farich Hidayat                   112507
 



SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
TAHUN 2014
I.      Pendahuluan
A.     Latar Belakang
Pendidikan adalah sebagai usaha yang dilakukan orang tua dalam rangka mencerdaskan anaknya. Dengan pendidikan diharapkan siswa akan menjadi manusia pembelajar dan bertakwa kepada tuhan yang Maha Esa. Karena dalam pendidikan terkandung unsur transformasi yaitu merubah. Merubah yang semulanya tidak tahu menjadi tahu, yang tidak bisa menjadi bisa. Dimana perubahan tersebut terjadi karena adanya proses. Proses inilah yang disebut dengan proses belajar mengajar atau pembelajaran.
Dari uraian diatas dapat kita mengerti bahwasanya pembelajaran sangatlah vital perannya dalam pendidikan. Pembelajaran seperti sebuah sisitem, dibutuhkan kerjasama yang pas dari setiap unsur dalam mencapai suatu tujuan. Pembelajaran yang kurang tepat akan mengganggu dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Begitu juga sebaliknya, pembelajaran yang efektif akan memudahkan kita dalam mencapai tujuan tersebut. Yang harus dilakukan adalah mencari tahu dan menerapkan bagaimana pembelajaran yang efektif sesuai diterapakan kepada siswa. Sehingga dapat memperlancar dalam proses pembelajaran.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dan ruang lingkup sistem pembelajaran?
2.      Bagaimanakah ciri pembelajaran yang efektif?






II.   Pembahasan
A.     Pengertian dan Ruang Lingkup Sistem Pembelajaran
Banyak definisi yang digunakan untuk menjelaskan arti kata “Sistem”, diantaranya sebagai berikut :
1.      Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang kompleks/ terorganisir/ suatu himpunan / perpaduan hal-hal / bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan / keseluruhan yang kompleks/utuh.
2.      Sistem merupakan himpunan komponen yang saling berkaitan yangg bersam-sama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan.
3.      Sistem merupakan sehimpunan komponen / subsistem yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai dengan rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Definisi-definisi diatas, yang pertama (1) menekankan soal wujud sistem, yang kedua (2) menaruh perhatian pada fungsi komponen yang saling berkaitan dan tujuan sistem, dan yang ketiga (3) menampilkan unsur rencana disamping saling berkaitannya antar komponen dan tujuan dari sistem itu sendiri. Meskipun definisi-definisi diatas itu berbeda-beda tetapi mengandung unsur persamaan yang dapat dipandang sebagai ciri umum dari sistem yaitu yang mencakup hal-hal sebagai berikut :
a.       Sistem merupakan suatu kesatuan yang terstruktur
b.      Kesatuan tersebut terdiri dari sejumlah komponen yang saling berpengaruh
c.       Dan masing-masing komponen tersebut mempunyai fungsi tertentu dan secara bersama-sama melaksanakan fungsi struktur, yaitu mencapai tujuan sistem.[1]
Dengan demikian sistem dapat diartikan sebagai suatu kesatuan integral dari sejumlah komponen. Komponen-komponen tersebut satusama lain saling berpengaruh dengan fungsinya masing-masing, tetapi secara fungsi komponen itu, terarah pada pencapaian satu tujuan (yaitu tujuan dari sistem itu sendiri) sebagai gambaran ilustrasi berikut ini mungkin dapat memperjelas arti batasan tersebut : Lalu lintas jalan raya adalah sebuah sistem, tujuannya adalah memperlancar hubungan transportasi antara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Tujuan tersebut dapat dicapai jika ditunjang oleh sejumlah komponen, antara lain : jaringan jalanan yang dapat dilalui berbagai jenis kendaraan, macam-macam jenis kendaraan dan pemakai jalanan yang berbeda watak dan sifatnya. Juga peraturan-peraturan / ketentuan-ketentuan lalu lintas yang harus ditaati oleh pengemudi dan pemakai jalan, misalnya berjalan harus di sebelah kiri, ambulans harus didahulukan dan seterusnya. Tanda jalan / rambu jalan termasuk lampu pengatur lalu lintas.
Oleh sebab itu sistem merupakan proses untuk mencapai tujuan melalui pemberdayaan komponen-komponen yang membentuknya, maka sistem erat kaitannya dengan perencanaan. Perencanaan itu sendiri adalah pengambilan keputusan bagaimana memberdayakan komponen agar tujuan berhasil dengan sempurna. Oleh sebab itu proses berpikir dengan pendekatan sistem memiliki daya ramal akan keberhasilan suatu proses, artinya apabila seluruh komponen yang membentuk sistem bekerja sesuai dengan fungsinya , maka dapat dipastikan tujuan yang telah ditentukan akan tercapai secara optimal sebaliknya, jika komponen-komponen yang membentuk sistem tidak dapat bekerja sesuai dengan fungsinya, maka pergerakan sistem akan terganggu, yang berarti akan menghambat pencapaian tujuan.
Smith dan Ragan menyatakan bahwa pembelajan adalah desain dan pengembangan penyajianinformasi dan aktifitas-aktifitas yang diarahkan pada hasil belajar tertentu (1983;4). Dick mendefinisikanpembelajaran sebagai intervensi pendidikan yang dilaksanakan dengan tujuan tertentu, bahan atau prosedur yang ditargetkan pada pencapaian tujuan tersebut, dan pengukuran yang menentukanperubahan yang diinginkan pada perilaku. (Dick, 1996; 96-97) Dengan membandingkannya dengan istilah kurikulum, Snelbecker, seperti yang dikutip oleh Reigeluth, menyatakan bahwa perbedaan utama antara kurilkulum dan pembelajaran adalah bahwa kurikulum berkaitan dengan apa yang diajarkan sedangkan pembelajaran berkaitan dengan bagaimana mengajarkannya (1999;6).[2]
Suatu sistem memiliki ukuran dan batas yang sifatnya relatif. Bisa terjadi sesuatu sistem tertentu pada dasarnya merupakan subsistem dari suatu sistem yang lebih luas, misalnya, sistem pembelajaran yang memiliki komponen-komponen tertentu pada dasarnya merupakan subsistem dari suatu sistem pendidikan, dan sistem pendidikan merupakan subsistem dari sistem sosial masyarakat. Dalam sistem itu pun memiliki subsistem yang lebih kecil misalnya subsistem media, subsistem strategi dan lain-lain.
Kemudian, mengapa pembelajaran dikatakan sebagau suatu sistem ?. karena pembelajaran adalah kegiatan yang bertujuan yakni membelajarkan siswa. Proses pembelajaran itu merupakan rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai komponen sehingga setiap pendidik harus memahami sistem pembelajaran melalui pemahaman tersebut, minimal setiap guru akan memahami tentang tujuan pembelajaran dan hasil yang diharapkan.
Menurut (Ely :1979) sistem bermanfaat untuk merancang / merencanakan suatu proses pembelajaran. Perencanaan adalah proses dan cara berpikir yang dapat membantu menciptakan hasil yang diharapkan.[3] Oleh sebab itu proses perencanaan yang sistematis dalam proses pembelajaran mempunyai beberapa keuntungan diantaranya sebagai berikut :
1)      Melalui sistem perencanaan yang matang guru akan terhindar dari keberhasilan secara untung-untungan. Sistem memiliki peran yang kuat dalam keberhasilan suatu proses pembelajaran karena memang perencanaan disusun untuk mencapai hasil yang optimal.
2)      Melalui sistem perencanaan yang sistematis, setiap guru dapat menggambarkan berbagai hambatan yang mungkin akan dihadapi. Sehingga dapat menentukan berbagai strategi yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
3)      Melalui sistem perencanaan, guru dapat menentukan berbagai langkah dalam memanfaatkan berbagai sumber dan fasilitas yang ada untuk ketercapaian tujuan.
Komponen-komponen sistem pembelajaran ada 5, yaitu :
1.       Tujuan
Tujuan merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pembelajaran. Mau dibawa ke mana siswa, apa yang harus dimiliki oleh siswa. Semuanya tergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Sesuai dengan standar isi, kurikulum yang berlaku untuk setiap satuan pendidikan adalah kurikulum berbasis kompetensi, kurikulum berbasis kompetensi ini diharapkan mampu memecahkan berbagai persoalan bangsa, khususnya dalam bidang pendidikan, dengan mempersiapkan peserta didik, melalui perencanaan pelaksanaan evaluasi terhadap sistem pendidikan secara efektif dan efisien.
2.       Isi/materi pelajaran
Materi pelajaran merupakan komponen kedua dalam sistem pembelajaran. Dalam konteks tertentu, materi pelajran merupakan inti dalam proses pembelajaran, artinya sering terjadi proses pembelajaran diartikan sebagai proses penyampaian materi. Hal ini bisa dibenarkan manakala tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi pelajaran (Subject Centered Teaching).
3.       Strategi / metode
Strategi / metode  adalah komponen yang juga mempunyai fungsi yang sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan. Bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa dapat diimplementasikan melalui strategi yang tepat maka komponen-komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan. [4]
4.       Alat dan sumber
walaupun fungsinya sebagai alat bantu, tetapi memiliki peran yang tidak kalah pentingnya dengan komponen-komponen yang lain. Dalam kemajuan teknologi seperti sekarang ini memungkinkan siswa dapat belajar dari mana saja dan kapan saja dengan memanfaatkan hasil-hasil teknologi.
5.       Evaluasi
Evaluasi  merupakan komponen terakhir dalam sistem proses pembelajaran. Evaluasi bukan saja berfungsi untuk melihat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, tetapi juga berfungsi sebagai umpan balik bagi guru atas kinerjanya dalam pengelolaan pembelajaran, melalui evaluasi kita dapat melihat kekurangan dalam pemanfaatan berbagai komponen sistem pembelajaran[5].
B.     Ciri Sistem Pembelajaran yang Efektif
Pembelajaran yang efektif di tandai dengan beberapa indikasi, diantaranya:
1.      Perbaikan Kualitas Pembelajaran
Perbaikan kualitas pembelajaran haruslah diawali dengan perbaikan desain pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dapat dijadikan titik awal dari upaya perbaikan kualitas pembelajaran. Hal ini dimungkinkan karena dalam desain pembelajaran, tahapan yang akan dilakukan oleh guru atau dosen dalam mengajar telah terancang dengan baik, mulai dari mengadakan analisis dari tujuan pembelajaran sampai dengan  pelaksanaan evaluasi sumatif yang tujuannya untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang tela ditetapkan.[6]
2.      Pembelajaran Dirancang dengan Pendekatan Sistem
Untuk mencapai kualitas pembelajaran, desain pembelajaran yang dilakukan haruslah didasarkan pada pendekatan sistem. Hal ini disadari bahwa dengan pendekatan sistem, akan memberikan peluang yang lebih besar dalam mengintregasikan semua variabel yang memengaruhi belajar, termasuk keterkaitan antar variabel pengajaran yakni variabel kondisi pembelajaran, variabel metode, dan variabel hasil pembelajaran.
3.      Desain Pembelajaran Mengacu pada Bagaimana Seseorang Belajar
Kualitas pembelajaran juga banyak tergantung bagaimana pembelajaran itu dirancang. Racangan pembelajaran biasanya dibuat berdasarkan pendekatan perancangnya. Apakah bersifat intuitif atau ilmiah. Jika bersifat intuitif, rancagan pembelajaran tersebut banyak diwarnai oleh kehendak perncangnya. Akan tetapi, jika dibuat berdasarkan pendekatan ilmiah, rancangan pembelajaran tesebut diwarnai oleh berbagai teori yang telah dikemukakan oleh para ilmuan pembelajaran. Disamping itu pendekatan lain adalah pembuatan rancangan pembelajaran bersifat intuitif ilmiah yang merupakan paduan antara keduanya, sehingga rancangan pembelajaran yang dihasilkan sesuai dengan pengalaman empiris yang pernah diemukan pada saat melaksanakan pembelajaran yang dikembangkan pula dengan menggunakan teori-teori yang relevan.[7]
4.      Desain Pembelajaran Diacukan pada Siswa Perorangan
Seorang belajar memiliki potensi yang perlu dikembangkan. Tindakan atau peilaku belajar dapat ditata atau dipengaruhi, tetapi tindakan atau perilaku belajar itu akan tetap berjalan sesuai dengan karakteristik siswa. Siswa yang lambat dalam berfikir, tidak mungkin dapat dipaksa seger bertindak cepat. Sebaliknya siswa yang memiliki kemampuan berfikir tinggi tidak mungkin dipaksa bertindak dengan cara lambat. Dalam hal ini jika perencanaan pembeljaran tidak diacukan pada individu yang belajar seperti ini, maka besar kemungkinan bahwa siswa yang lambat belajar akan makin tertinggal, dan yang cepat berfikir makin maju pembelajarannya.
5.      Desain Pembelajaran Harus Diacukan Pada Tujuan
Hasil pembelajaran mencakup hasil langsung dan tidak langsung (pengiring). Perancangan pembelajaran perlu memilah hasil pembelajaran yang langsung dapat diukur setelah selesai pelaksanaan pembelajaran, dan hasil pembelajaran yang dapat teruku setelah melalui keseluruhan proses pembelajaran, atau asil pengiring.
6.      Desain Pembelajaran Diarahkan pada Kemudahan Belajar
Disamping peran guru sebagai sumber belajar telah diatur secara terencana, pelaksanaan evaluasi baik formai maupun sumatif telah terencana, memberikan kemudahan siswa untuk belajar.
7.      Desain Pembelajaran Melibatkan Variabel Pembelajaran
Desain pembelajaran diupayakan mencakup semua variabel pembelajaran yang dirasa turut mempengaruhi belajar. Ada tiga variabel pembelajaran yang perlu dipertimbngkan dalam merancang pembelajaran. Ketiga variabel tersebut adalah variabel kondisi, metode, dan variabel hasil pembelajaran.[8]
8.      Desain Pembelajaran Penetapan Metode untuk Mencapai Tujuan
Pemilihan metode pmbelajaran harus didasarkan pada analisis kondisi dan hasil pembelajaran. Analisis akan menunjukkan bagaimana kondisi pembelajarannya, dan apa hasil pembelajara yang diharapkan. Ada tiga prinsip yang perlu dipertimbang dalam upaya menetapkan metode pembelajaran. Ketiga prinsip tersebut adalah (1) tidak ada satu metode pembelajaran yang unggul untuk semua tujuan dalam semua kondisi, (2) metode (strategi) pembelajaran yang berbeda memiliki pengaruh yang berbeda dan konsisten pada hasil pembelajaran, (3) kondisi pembelajaran bisa memiliki pengaruh yang konsisten pada  hasil pengajaran.
III.               Punutup
A.     Kesimpulan
Sistem dapat diartikan sebagai suatu kesatuan integral dari sejumlah komponen. Komponen-komponen tersebut satusama lain saling berpengaruh dengan fungsinya masing-masing, tetapi secara fungsi komponen itu, terarah pada pencapaian satu tujuan
Pembelajaran dikatakan sebagai sebuah sistem, karena pembelajaran adalah kegiatan yang bertujuan yakni membelajarkan siswa. Proses pembelajaran itu merupakan rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai komponen sehingga setiap pendidik harus memahami sistem pembelajaran melalui pemahaman tersebut, minimal setiap guru akan memahami tentang tujuan pembelajaran dan hasil yang diharapkan.diantara Komponen pembelajaran :
1.      Tujuan
2.      Isi atau materi pelajaran
3.      Strategi atau metode
4.      Alat dan sumber
5.      Evaluasi
Ciri pembelajaran yang efektif :
1.      Perbaikan Kualitas Pembelajaran
2.      Pembelajaran Dirancang dengan Pendekatan Sistem
3.      Desain Pembelajaran Mengacu pada Bagaimana Seseorang Belajar
4.      Desain Pembelajaran Diacukan pada Siswa Perorangan
5.      Desain Pembelajaran Harus Diacukan Pada Tujuan
6.      Desain Pembelajaran Diarahkan pada Kemudahan Belajar
7.      Desain Pembelajaran Melibatkan Variabel Pembelajaran
8.      Desain Pembelajaran Penetapan Metode untuk Mencapai Tujuan
B.     Daftar Pustaka
Hamah B. Uno, Perencanaan Pembelajaran, Bumi Aksara, Jakarta, 2008
Martinis Yamin, Paradigma Baru Pembelajaran, Referensi, jakarta, 2013
Muhammad Joko Susilo, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Pustaka Pelajar, 2007
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, Kencana Prenada Group, 2008



[1] Muhammad Joko Susilo, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Pustaka Pelajar, 2007, Hal 29
[2] Martinis Yamin, Paradigma Baru Pembelajaran, Referensi, jakarta, 2013, hal. 71
[3] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, Kencana Prenada Group, 2008, hal. 51
[4] Ibid., hal. 56
[5] Ibid., hal.57
[6] Hamah B. Uno, Perencanaan Pembelajaran, Bumi Aksara, Jakarta, 2008, hal. 4
[7] Ibid., hal. 5
[8] Ibid., hal. 6

1 komentar:

  1. Farich Hidayat: Ciri-Ciri Pembelajaran Efektif >>>>> Download Now

    >>>>> Download Full

    Farich Hidayat: Ciri-Ciri Pembelajaran Efektif >>>>> Download LINK

    >>>>> Download Now

    Farich Hidayat: Ciri-Ciri Pembelajaran Efektif >>>>> Download Full

    >>>>> Download LINK Iy

    BalasHapus

add your comment