KEPENGURUSAN JENAZAH, TA’ZIYAH, DAN ZIARAH KUBUR SERTA PENGAJARANNYA
Makalah
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : pembelajaran Fiqih MTs dan MA
Dosen Pengampu : Zaenal Khafidin, M.Ag
Disusun
Oleh:
1. M. Farich Hidayat 112507
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN
TARBIYAH/PAI
2014
I.
Pendahuluan
Sebagai calon guru
yang nantinya terjun ke dunia pendidikan secara langsung kita harus menguasai
apa saja yang akan kita ajarkan pada anak didik kita nantinya. Salah satunya
adalah materi tentang Fiqih, salah satu kajian fiqih yang paling sering
dipraktekkan ditengah-tengah masyarakat adalah kajian masalah shalat jenazah, kita memandang dari
aspek teori shalat jenazah merupakan salah satu masalah ibadah yang amat
gampang jika dibayangkan bahkan kita menyepelekan masalah tersebut. Namun jika
kita melihat dari aspek praktek masih banyak kesalahan- kesalahan yang
dilakukan dimasyarakat dalam masalah pengurusan jenazah. Karena teori dengan
praktek dilapangan sangatlah berbeda, apalagi saat menjalani pratek kita harus
mempersiapkan segala macam, dari segi peralatan dan mental kita. Untuk itu kita
harus mendidik pada suatu hal yang benar.
II.
Ringkasan
Materi
Sebagai kewajiban seorang
muslim kepada sesamanya yang telah meninggal dunia, ada beberapa hal yang harus
dilakukan, yaitu:
1.
Memandikan
Jenazah
1)
Syarat wajib
memandikan jenazah
a.
Orang Islam
b.
Tubuhnya masih ada
walaupun hanya sebagian yang ditemukan, misalnya karena peristiwa kecelakaan
c.
Tidak mati syahid (mati
dalam peperangan membela agama Allah).
2)
Memandikan jenazah
dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu
Letakkan mayat di tempat yang tinggi, seperti bangku
panjang;
a. Gunakan tabir untuk melindungi tempat memandikan dari
pandangan umum
b. Ganti pakaian jenazah dengan pakaian basahan, seperti
sarung agar lebih mudah memandikannya, tetapi auratnya tetap tertutup
c. Sandarkan punggung jenazah dan urutlah perutnya agar
kotoran di dalamnya keluar
d. Basuhlah mulut, gigi, jari, kepala, dan janggutnya
e. Sisirlah rambutnya agar rapi
f. Siramlah seluruh badan lalu bilas dengan sabun
g. Wudukanlah jenazah
h. Siram dengan air yang dicampur kapur barus, daun bidara,
atau daun lain yang berbau harum.
3) Adapun yang berhak memandikan jenazah adalah sebagai
berikut.
1. Apabila jenazahnya laki-laki, yang berhak
memandikannya adalah
a. Kaum laki-laki
b. Boleh wanita asalkan istri atau mahramnya
c. Jika sama-sama ada istri, mahram, dan orang lain yang
sejenis, yang lebih berhak memandikannya adalah istri
d. Jika tidak ada kaum laki-laki dan mahramnya juga tidak
ada, jenazah cukup ditayamumkan saja.
2. Apabila jenazahnya perempuan, yang berhak memandikan
adalah
a. Kaum perempuan
b. Boleh laki-laki asalkan suami atau mahramnya
c. Jika sama-sama ada suami, mahram, dan orang lain yang
sejenis, yang lebih berhak memandikannya adalah suami
d. Jika tidak ada kaum perempuan dan mahramnya juga tidak
ada, jenazah cukup ditayamumkan saja.
3. Apabila jenazahnya anak-anak, yang berhak memandikan
adalah
a) Kaum laki-laki;
b) Kaum perempuan.
2.
Mengafani
jenazah
Setelah
memandikan, kewajiban yang harus kita lakukan adalah mengafani.
1)
Hal-hal yang harus
diperhatikan dalam mengafani jenazah adalah sebagai berikut:
1. Kain kafan harus dalam keadaan baik, tetapi tidak
boleh berlebihan, tidak dari jenis bahan yang mewah dan mahal harganya.
2. Kain kafan hendaknya bersih dan kering serta diberi
minyak wangi.
3. Laki-laki dikafani dengan tiga lapis kain kafan,
sedangkan perempuan dengan lima lapis.
4. Orang yang meninggal dalam ihram, baik ihram haji
maupun ihram umrah, tidak boleh diberi harum-haruman dan tutup kepala.
2)
Cara mengafani
jenazah adalah
a. Hamparkan kain sehelai demi sehelai
b. Taburkan wangi-wangian di atas tiap helai
c. Letakkan jenazah di atas kafan dengan pelan-pelan
d. Letakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada
e. Ikatlah dengan kuat sebanyak tujuh ikatan.
3.
Menyalatkan
jenazah
Shalat jenazah
merupakan salah satu praktik ibadah shalat yang dilakukan umat Muslim jika ada
Muslim lainnya yang meninggal dunia. Hukum melakukan shalat jenazah ini adalah
fardhu kifayah. Artinya apabila sebagian kaum muslimin telah melaksanakan
pengurusan jenazah orang muslim yang meninggal dunia, maka didak ada lagi
kewajiban kaum muslim yang lainnya untuk melaksanakan pengurusan jenazah
tersebut.
1)
Rukun Sholat
Jenazah
1.
Niat
2.
Berdiri bagi
yang mampu
3.
Takbir sebanyak
empat kali.
4.
Membaca
Al-Fatihah
5.
Membaca
shalawat atas Rasulullah SAW
6.
Doa kepada
jenazah
7.
Membaca doa
setelah takbir keempat
8.
Salam
2)
Tata Cara
Sholat Jenazah
1.
Mayat
diletakkan dia arah kiblat
2.
Imam berdiri
diarah kepala (jika mayat laki – laki) dan arah pusar (jika mayat perempuan).
3.
Bacaan Niat:
"Ushallii alaa hadzal (mayat
lk)/haadzihil (mayat pr) mayyiti arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati
ma’muuman lillaahi ta’alaa”.
4.
Takbir Pertama
Membaca Al-Fatihah.
5.
Takbir Kedua
Bacaan
setelah takbir kedua yaitu membaca shalawat kepada Nabi.
أللهم صَلِّ علي محمد وعلي ألِ
محمد كما صَلَيْتَ علي إبراهيم وعلي أل إبراهيم وبارِكْ علي محمد وعلي أل محمد كما
باركت علي إبراهيم وعلي أل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد
6.
Takbir Ketiga
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ،
وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ
مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ،
وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ،
وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ
عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Keterangan:
Jika mayat perempuan kata
lahu menjadi lahaa.
Jika mayat anak-anak doanya adalah:
"Allahummaj’alhu faratan li abawaihi wa salafan wa dzukhro
wa’idhotaw wa’tibaaraw wa syafii’an wa tsaqqil bihii mawaa
ziinahuma
wa-afri-ghish-shabra ‘alaa quluu bihimaa wa laa taf-tin-humaa
ba’dahu
wa laa tahrim humaa ajrahu"
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah ia
sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya dan sebagai titipan, kebajikan
yang didahulukan, dan menjadi pengajaran ibarat serta syafa’at bagi
orangtuanya. Dan beratkanlah timbangan ibu-bapaknya karenanya, serta berilah
kesabaran dalam hati kedua ibu bapaknya. Dan janganlah menjadikan fitnah bagi
ayah bundanya sepeninggalnya, dan janganlah Tuhan menghalangi pahala kepada dua
orang tuanya.”
8. Takbir Keempat
Selesai takbir keempat, lalu
membaca:
اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ
ولاتَفْتِنّا بَعدَهُ
7.
Kemudian salam
membaca:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
4.
Menguburkan
jenazah
Beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam penguburan jenazah adalah sebagai berikut.
a. Jenazah segera dikuburkan.
b. Liang lahat dibuat seukuran jenazah dengan kedalaman
kira-kira setinggi orang ditambah setengah lengan dengan lebar kira-kira 1
meter.
c. Liang lahat tidak bisa dibongkar oleh binatang buas.
Maksud menguburkan jenazah untuk menjaga kehormatan mayat dan menjaga kesehatan
orang-orang di sekitar makam dari bau busuk.
d. Mayat dipikul dari keempat penjuru.
e. Setelah sampai di tempat pemakaman, jenazah dimasukkan
ke liang lahat dengan posisi miring ke kanan dan dihadapkan ke kiblat.
f. Lepaskan tali-tali pengikat, lalu tutup dengan papan,
kayu, atau bambu, dan ditimbun sampai galian liang kubur menjadi rata.
g. Mendoakan dan memohonkan ampun untuk jenazah.
5.
Ta’ziyah
Ta’ziyah
atau melayat adalah mengunjungi orang yang sedang tertimpa musibah kematian salah
satu keluarganya dalam rangka menghibur dan memberi semangat. Adab ketika ta’ziyah antara lain:
1) Menyampaikan doa untuk kebaikan dan ampunan terhadap
orang yang meninggal serta kesabaan bagi yang ditinggal
2) Hindarilah pembicaraan yang menambah sedih keluarga yang
ditinggal
3) Hindarilah canda-canda apa lagi sampai terbahak-bahak
4) Usahakan turut menyalati dan mengantarkan mayat kepemakaman
sampai selesai penguburan
5) Membuatkan makanan bagi keluarga yang ditimpa musibah
6.
Ziarah kubur
Ziarah
kubur artinya berkunjung ke kuburan. Mulanya Rasulullah melarang umat islam untuk
ziarah kubur, karena dikuatirkan akan melakukan sesuatu hal yang tidak baik, bahkan
yang lebih bahaya lagi adalah kemusyrikan. Akan tetapi karena mengingat mati
itu penting, dan diantara mengingat mati adalah ziarah kubur.
Adapun etika ziarah kubur adalah:
1) Ketika akan berziarah niatkan dengan ikhlas karena allah
2) Ucapkan salam, sebagai berikut:
ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ
ﺃَﻫْﻞَﺍﻟﺪِّﻳَﺎﺭِﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَﻭِﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻭِﺇِﻧَّﺎﺇِﻥْﺷَﺎﺀَﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻜُﻢْ
ﻻَﺣِﻘُﻮْﻥَ. ﻧَﺴْﺄَﻝُ ﺍﻟﻠﻪِﻟَﻨَﺎ ﻭَﻟَﻜُﻢُ ﺍﻟﻌَﺎﻓِﻴَﺔَ '
Diantara hikmah ziarah kubur antara lain:
1) Mengingat kematian
2) Dapat bersikap zuhud
3) Selalu ingin berbuat baik sebagai bekal kelak di akhirat
4) Mendo’akan si mayat muslim agar diampuni dosanya.
III.
Karakteristik materi
|
No
|
Materi pembelajaran
|
kognitif
|
afektif
|
psikomotor
|
Pembiasaan
|
|
1.
|
Pengertian tentang hal-hal pengurusan jenazah
|
ü
|
|
|
|
|
2
|
Syarat wajib memandikan jenazah
|
ü
|
|
|
|
|
3
|
Tahap memandikan jenazah
|
|
|
|
|
|
4
|
Orang yang berhak memandikan jenazah
|
|
|
|
|
|
5
|
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengafani
jenazah
|
|
|
|
|
|
6
|
Cara mengafani jenazah
|
|
|
|
|
|
7
|
Rukun sholat Jenazah
|
|
|
|
|
|
8
|
Tata Cara Sholat Jenazah
|
|
|
|
|
|
9.
|
Adab ketika ta’ziyah
|
|
|
|
|
|
10.
|
Etika ziarah kubur
|
|
|
|
|
|
11.
|
Hikmah ziarah kubur
|
|
|
|
|
|
12.
|
Hukum pengurusan jenazah, ta’ziah dan ziarah kubur
|
|
|
|
|
IV.
Pembelajaran
Pada materi fiqih yang
membahas tentang masalah pengurusan jenazah, ta’ziah, dan ziarah kubur, dapat
menggunakan beberapa metode sesuai dengan aspek yang dicakup.
1.
Aspek kognitif
a)
Metode diskusi
Dalam hal ini siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, untuk mendiskusikan
tentang apa yang diketahui siswa dari pengalaman yang di sekitarnya.
Masing-masing siswa memberi argumen tentang apa yang akan dipelajari nanti.
b)
Metode ceramah
Metode ceramah digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan materi
secara lisan. Pendidik memaparkan materi-materi inti, sehingga memberi
informasi baru bagi siswa.
c)
Metode
V.
Analisis
VI.
Kesimpulan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
add your comment